'MySelf'

My photo
♥Aku tak sempurna. Kau pun tak sempurna. Ketidaksempurnaanmu menjadi pelengkap ketidaksempurnaanku, hingga kita akan sempurna, meskipun hanya bagi kita berdua. Biarlah Allah yang Maha sempurna, yang berhak menilai kesempurnaan kita...♥

'Cara-cara Melihat Buaya ^__^'

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

untuk yang ingin melihat buaya secara dekat.. cuba kita guna cara macam nie , jika terdapat di Malaysia.. ada yang nak cuba tak?? ^_^

masuk dalam balang nie :

pastu balang nie turunkan :


nie dah nak masuk dalam kolam buaya :


dah dalam air.. boleh la dating dgn buaya dah.. kiki



p/s: sape2 ada berani tak..^__^
Read more

'PadaMu Kubersujud'

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Ku menatap dalam kelam
tiada yang bisa kulihat
selain hanya namaMu, ya Allah

Esok ataukah nanti
ampuni semua salahku
lindungi aku dari
segala fitnah

Kau tempatku meminta
Kau beriku bahagia
jadikan aku selamanya
hambaMu yang selalu bertaubat

Ampuniku ya Allah
yang sering melupakanMu
saat Kau limpahkan karuniaMu
dalam sunyi aku bersujud

~{}~

Esok ataukah nanti
ampuni semua salahku
lindungi aku dari
segala fitnah

Kau tempatku meminta
Kau beriku bahagia
jadikan aku selamanya
hambaMu yang selalu bertaubat

Ampuniku ya Allah
yang sering melupakanMu
saat Kau limpahkan karuniaMu
dalam sunyi aku bersujud

Kau tempatku meminta
Kau beriku bahagia
jadikan aku selamanya
hambaMu yang selalu bertaubat

Ampuniku ya Allah
yang sering melupakanMu
saat Kau limpahkan karuniaMu
dalam sunyi aku bersujud
padaMu

ooOOOoo

-Afgan-
Read more

'Bila Berbicara Soal Kebaikan'

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Kebaikan. Sesuatu yang diimpikan oleh semua manusia. Sekalipun manusia yang jahat, pasti dia juga inginkan kebaikan buat dirinya. Sekalipun manusia itu sering menganiayai manusia lain dan melakukan kejahatan terhadap orang lain, ia tetap tidak suka dan benci orang lain melakukan kejahatan kepada dirinya. Itulah dia, fitrah manusia, inginkan kebaikan. Ingin menjadi baik dan sukakan kebaikan.


Kalau begitu, kenapa masih ramai yang melakukan kejahatan? Menzalimi diri sendiri dan orang lain? Apakah kebaikan itu sendiri sudah dibenci sehingga kejahatan itu diimpi-impikan? Fitrah manusia itu baik, namun ia boleh berubah dan bertukar arah tatkala dirinya dibelenggu nafsu, digoda syaitan.

“Bukankah Aku telah perintahkan kamu wahai anak-anak Adam,
supaya kamu jangan menyembah Syaitan?
Sesungguhnya ia musuh yang nyata terhadap kamu!”
(Yaasin: Ayat 60)


Syaitan. Makhluk yang paling ingin melihat kehancuran bagi umat manusia. Sejak azali sampai bila-bila. Sampai kita bertemu Tuhan dan sampai kita terjerumus ke dalam neraka bersama-samanya. Saat itu ia berlepas diri daripada kita kerana dia juga akan dibelenggu Tuhan. Saat itu kita bakal menyesal dan tidak ada lagi jalan keluar. Bila berbicara soal, kebaikan, semua orang suka, semua orang nak. Tapi tak semua orang betul-betul mengimpikan kebaikan itu dalam ertikata yang sebenar. Kebaikan sebenar itu adalah hidup berlandaskan aturan Tuhan, Allah dan Rasul, Muhammad.

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya (dan berkelengkapan sesuai dengan keadaannya). Kemudian (jika ia panjang umur sehingga tua atau menyalahgunakan kelengkapan itu), Kami kembalikan dia ke serendah-rendah peringkat orang-orang yang rendah. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal soleh,
maka mereka beroleh pahala yang tidak putus-putus.”
(At-Tiin: Ayat 4-6)

Iman. Ada naik dan ada turunnya. Ada saat kita merasa dekat dengan syurga, ada ketika kita merasa paling layak dihumban ke neraka. Saat iman itu memuncak, kebaikan menjadi bunganya. Saat iman itu lebur dengan dunia, kejahatan bertakhta dan manusia menjadi gila, hilang pegangan dan hilang tujuan.

Maka tidak ada yang dapat menjadi sebab agar kebaikan itu tersebar ke seluruh pelosok dunia, melainkan iman. Yang benar dan teguh, yang mantap dan kukuh. Kalau iman itu menjadi nyawa kepada kehidupan, maka kebaikan akan menjadi buah yang dapat dinikmati bersama. Namun iman itu disertai amal soleh, ada pahala tak putus-putus yang menanti di penghujungnya.


“Dan katakanlah (wahai Muhammad): Beramalah kamu (akan segala yang diperintahkan), maka Allah dan RasulNya serta orang-orang yang beriman akan melihat apa yang kamu kerjakan; dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui perkara-perkara yang ghaib dan yang nyata, kemudian Ia menerangkan kepada kamu apa yang kamu telah kerjakan.”
(At-Taubah: Ayat 105)

Bicara. Ramai orang suka berbicara, tapi hakikatnya dia sendiri tak pernah peduli dan tak pernah berusaha untuk merealisasikan kebaikan. Saat melihat orang melakukan kejahatan, dia bicara lebat, ingin menunjukkan dirinya hebat dan paling baik di dunia. Tapi saat dirinya sendiri terjebak ke dalam kejahatan, kes ditutup, biar saja terpadam. Tak mahu diterima kritikan dan nasihat orang lain.

Di satu sudut, ada manusia yang hanya inginkan kebaikan. Di satu perspektif yang lain, ada segolongan insan terpilih yang maju ke hadapan dan berusaha menyebarkan kebaikan dan memperjuangkannya. Dia sendiri baik, dan dia ingin semua manusia menjadi baik. Dia tidak peduli berapa ramai yang menjadi baik dengan usahanya, namun dia sentiasa merenung setakat mana dia telah bertungkus lumus untuk menyampaikan mesej kebaikan.



Bila berbicara soal kebaikan, ia adalah indah. Namun bila bicara itu dibawa ke dalam kehidupan, ia menjadi mencabar, tak mudah. Kesimpulannya, jangan hanya bicara tentang kebaikan, bekerjalah untuk menyebarluaskan kebaikan dan memastikan manusia menjadi baik. Memperjuangkan kebaikan itu bertitik tolak daripada perjuangan iman, untuk Allah dan Rasul, juga demi menentang Syaitan, musuh manusia paling nyata.

Wallahua’lam.

sumber : www.iLuvislam.com
Read more

'Albi Nadak'

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Leek, ana milk leek
ta'ala arrab dommeni, makhtag
eleek, o rokhi feek
ya hob 'omr ana 'omri kollo hakhyesho leek

hawak howa el khaya,
wenta elly ana, ba'ashek hawa
kan albi monaah
agmal malak, yekoon ma'ah

yah albi nadak wetmannak teb enta wayaya
yah ba'd esneen shok wa khaneen alak eek hena ma'aya
yah dommeni leek, danta habibi hayaty leek
we ha'eesh 'omri 'ashan 'ineek
wa 'omri fadak

yah albi nadak wetmannak teb enta wayaya
yah ba'd esneen shok wa haneen alak eek hena ma'aya
yah dommeni leek, danta habibi hayaty leek
we ha'eesh 'omri 'ashana 'ineek
wa 'omri fadak

Eh, akhtag le eh
law konti ganby ma'aya daiman kolly eh
ya dana min zaman
makhtag le alb yehess beya o ahess beek

hawak howa el haya,
wenta elly ana, ba'ashek hawa
kan albi mona
agmal malak, yekoon ma'a

yah albi nadak wetmannak teb enta wayaya
yah bad esneen shok wa haneen alak eek hena ma'aya
yah dommeni leek, danta habibi hayaty leek
we ha'eesh 'omri 'ashan 'ineek
wa 'omri fadak

yah albi nadak wetmanak teb enta wayaya
yah ba'd esneen, ba'd elsneen alak eek hena ma'aya
yah dommeni leek, danta habibi hayaty leek
we ha'eesh 'omri 'ashan 'ineek
wa 'omri fadak

- Fares -
Read more

'Ukuran Cintamu'

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Umat mengaku beriman perlu bersabar atasi cabaran ditentukan dalam kehidupan.

CINTA adalah penawar. Barang siapa yang hatinya kosong tanpa cinta, nescaya pelbagai penyakit akan bersarang di dalamnya. Cinta adalah kehidupan, kerana hidup seseorang anak manusia bermula daripadanya.

Manusia memerlukan cinta untuk tetap bertahan. Manakala, jiwa yang kekeringan cinta bagaikan tercabut roh daripada jasadnya. Berjalan tanpa perasaan, berfikir tanpa keindahan, bosan dan hampa.

Dijadikan indah pada pandangan manusia rasa cinta yang boleh memuaskan nafsu dan syahwatnya. Cinta adalah fitrah yang dibekalkan untuk manusia. Cinta perlu diatur dengan baik, bukan dibiarkan mengganas hingga menyebabkan lupa kepada hakikat kehidupan.

Apakah ubat bagi orang yang tertekan, putus asa dan rasa dirinya tidak berguna? Jika kita tersungkur angkara musibah, siapakah yang patut dicari?

Di manakah ketenangan diperoleh? Manusia amat memerlukan Penciptanya Yang Maha Mengetahui selok-belok dirinya. Jika dia sakit, ubatnya ada pada Allah Taala, yang dapat menurunkan setitis rahmat di hati yang tenat.

Mengapa hati rasa sempit, dada rasa sesak, segenap jasad tak mampu menahan beban berat jika rahmat Allah Taala itu lenyap?

Rasulullah SAW bersabda bermaksud:

“Sesungguhnya Allah memiliki seratus rahmat, Dia menurunkan satu rahmat daripada-Nya untuk manusia, jin, serangga dan binatang.
Dengan satu rahmat itu mereka saling berkasih sayang.
Dengan satu rahmat itu binatang buas mengasihi anaknya.
Dia menangguhkan lagi kurniaan sembilan puluh sembilan rahmat, dengan itu Dia akan merahmati hamba-Nya pada hari kiamat.”
(Riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Betapa berharganya nilai setitis rahmat. Keamanan dan kedamaian menjelma di serata dunia.


Bagaimanakah dalaman rumah kita? Apakah rahmat Allah turun ke atasnya? Rahmat yang mencelupkan dua jiwa suami dan isteri pasti akan melahirkan anak yang salih. Rahmat yang hidup di hati seorang ayah akan menjadikannya mampu mendidik ahli keluarga dengan iman.

Rahmat yang menitis di jiwa seorang ibu akan menjadikannya rela mengorbankan jiwa raganya untuk kebahagiaan keluarga. Akhirnya kita semua perlu menyedari bahawa kebencian dan suasana huru-hara yang berlaku berpunca daripada jiwa orang yang kekeringan rahmat Allah Taala.

Mungkinkah kita mendapat rahmat Allah jika kita tidak berusaha mengenal-Nya? Tak kenal maka tak cinta. Suatu ungkapan yang mudah untuk difahami. Namun, amat berat diamalkan. Mengenali Allah sebagai Penguasa ke atas diri kita.

Yang menggenggam ubun-ubun makhluk-Nya dengan mudah dan akan menyentapnya apabila Dia berkehendak. Mengenal Allah dengan hati dan akal. Meneliti dan mencari penyebab kenapa Dia Yang Maha Pencinta layak untuk dicintai?

Allah Taala yang mengatur hidup kita, melimpahi hari yang kita lalui dengan nikmat-Nya. Semuanya itu tidak mampu disenaraikan kerana terlalu berharga. Tidak sesiapapun mampu membeli kebahagiaan jika Allah tidak mahu mengurniakan untuknya.

Bagaimana hendak membayar nikmat kesihatan jika Allah tidak sudi menyembuhkan? Mungkinkah cita-cita dan impian akan tergenggam apabila Dia Yang Maha Mencipta berkehendak lain daripada apa yang kita inginkan. Diri kita tak penting bagi-Nya, ada dan tiadanya kita tidak mengurangi kebesaran-Nya. Dialah Allah yang kita kenali melalui bekas-bekas nikmat-Nya yang ada pada diri kita.

Perkenalan ini membuahkan cinta yang amat mendalam dan begitu hebat menguasai hati kita, seperti firman-Nya bermaksud:

“Dan di antara manusia ada yang mengambil tandingan-tandingan selain Allah,mereka mencintai tandingan-tandingan Allah itu seperti mereka mencintai Allah,sedangkan orang yang beriman amat sangat kuat cintanya kepada Allah.”
(Surah Al-Baqarah, ayat 165)

Jika cinta sudah dimiliki, sudah semestinya dia sanggup diuji. Dengan hati dan akal, kita belajar mengatasi ujian cinta Ilahi. Ia menjadi ketentuan yang wajib dijalani bagi hamba-Nya yang mengaku beriman, kerana mungkin cintanya itu sekadar berpura-pura.

Semakin berat ujian yang diterima maka semakin tinggi tahap kecintaannya kepada Allah. Sabda Baginda SAW bermaksud:

“Sesungguhnya Allah Taala apabila mencintai hamba-Nya maka Dia mengujinya.”
(Hadis riwayat al-Tirmizi)

Ibnu Al-Qayyim mengatakan:

“Tidaklah sekali-kali Allah Taala menguji hamba-Nya dengan godaan hawa nafsu dan kederhakaan, tiada lain ia bertujuan mengarahkannya supaya berjuang dan melawan,
sehingga perjuangannya itu akan melahirkan cinta kepada Allah.”

Maka terjawablah persoalan kedudukan manusia yang mencintai Allah lebih hebat daripada kedudukan malaikat. Malaikat Allah tidak diuji seperti manusia diuji dalam membuktikan cintanya kepada Allah Taala.

Cinta kepada Allah Taala juga boleh dicari dalam ikatan ukhuwah sesama manusia. Seperti firman Allah Taala bermaksud:

“Wahai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya maka kelak Allah Taala akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang mukmin.”
(Surah Al-Maidah, ayat 54)

Rasulullah SAW juga menyeru umatnya untuk saling mencintai dalam sabdanya bermaksud:

“Tidaklah sekali-kali dua orang lelaki saling mencintai kerana Allah,
melainkan orang yang paling dicintai Allah itu adalah
yang paling kuat kecintaannya kepada saudaranya.”
(Hadis riwayat al-Tabrani)

Sabda Baginda lagi bermaksud:

“Tidak beriman seseorang di antara kamu sehingga
dia mencintai bagi saudaranya apa yang dia cintai bagi dirinya sendiri.”
(Riwayat al-Bukhari dan Muslim)



wallahua'lam...

sumber : www.iLuvislam.com
Read more

'Tasik Mengkuang'

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Beberapa hari yang lepas.. saya bersama teman2 telah beriadah bersama2.. kami menghabiskan masa di Tasik Mengkuang.. Pemandangan di sana.. amat cantik sekali.. sungguh memberi ketenangan..


pemandangan kat sana..^_^


kitaorang sempat bagi ikan makan... ada banyak ikan yang comey2 kat situ.. if boleh tangkap.. dah lama nak amik.. nak bela kat umah.. hihi.. nasib tak dibenarkan tangkap ikan... lepas selesai bagi ikan makan.. ada teman2 yang pergi berjogging..^__^ yang tak pergi jogging.. duk melihat keindahan ciptaanNya yang sungguh indah...


amik gambar dlu.. masa nak bagi ikan makan..^__^


p/s: lepas nie.. kita jalan2 tempat lain plak...=)
Read more

'Pasrah Segalanya'

Read more

'Sakura ^__^ '

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Kali ini kita akan ke Negara yang terdapat Bunga Sakura juga dikenali sebagai Cherry Blossom.. saya sangat suka melihat sakura nie.. dan berharap suatu hari nanti akan dapat melihat ciptaanNya ini secara dekat.. isnya-Allah.. info nie saya ambil dari Cik Wiki

Sakura, Bunga Sakura atau Cherry Blossom dalam bahasa Inggeris (huruf-huruf kanji dan bahasa Cina: atau ; katakana: サクラ) ialah nama yang merujuk kepada pokok-pokok hiasan ceri dalam bahasa Jepun, Prunus serrulata, serta kelopak-kelopak mereka. Buah ceri (dikenali sebagai sakuranbo) muncul daripada sebuah spesies pokok yang berbeza. Selain itu, Sakura juga merupakan nama yang seringkali digunakan masyarakat Jepun.


Sejarah

Sakura merupakan tumbuhan yang asli di Banjaran Himalaya, Bengal Utara (kini Bangladesh) dan di Asia timur seperti China, Jepun dan Korea Selatan. Jepun mempunyai jenis sakura yang berbeza-beza; lebih daripada 305 jenis boleh ditemui di sana. Kebanyakan daripada mereka telah dikacukkan secara tiruan atau dicantumkan oleh orang Jepun hortikultur berabad yang lalu

Pesta Melihat Bunga

Dalam Tempoh Heian (794-1911), orang-orang Jepun telah mengikuti banyak amalan dari China, antaranya fenomena sosial pesta melihat bunga (hanami: 花見), di mana keluarga Maharaja, penyajak-penyajak, penyanyi-penyanyi, dan bangsawan-bangsawan yang lain akan berkumpul dan berpesta di bawah bunga sakura.

Pesta pertama yang pernah direkodkan berlangsung di Taman Shinsen-en Kyoto pada tahun 812. Di China, pokok ume "plum" (sebenarnya merupakan spesies pokok aprikot) yang seringkali menjadi simbol kebanggaan, namun bagaimanapun menjelang ketibaab pertengahan abad kesembilan, bunga sakura telah menggantikan pokok plum tersebut sebagai spesies yang diminati di Jepun.

Setiap tahun, Agensi Kajicuaca Jepun dan orang awam mengesan sesuatu yang digelar sakura zensen sambil ia bergerak ke arah kepulauan utara dengan kedatangan musim panas menerusi ramalan waktu malam mengikuti segmen-segmen cuaca daripada program berita. Kemekaran bunga-bunga ini bermula di Okinawa pada Januari dan lazimnya mendekati Kyoto dan Tokyo pada akhir bulan Mac atau permulaan bulan April.

Kemudian ia bergerak ke altitud yang lebih tinggi, hingga ke Hokkaidō beberapa minggu kemudian. Masyarakat Jepun mengambil sepenuh perhatian mereka pada ramalan-ramalan cuaca ini dan berkumpul dalam kelompok besar di taman-taman, makam-makam dan kuil-kuil, bersama-sama keluarga dan rakan-rakan untuk mengadakan pesta melihat bunga.

Pesta-pesta Hanami menjayakan kecantikan bunga sakura dan bagi mereka yang lain pula, pesta tersebut merupakan satu peluang untuk beristirehat dan menikmati pemandangan. Budaya pesta hanami ini dapat dikesan kembali berbad-abad yang lalu di Jepun: sejarah abad kelapan iaitu Nihon Shoki]] (日本書紀) merekodkan pesta-pesta hanami pernah diadakan seawal abad ketiga CE.

Kebanyakan sekolah Jepun dan bangunan awam mempunyai pokok-pokok sakura ditanam disekitar kawasan mereka. Disebabkan tahun fiskal dan sekolah bermula pada bulan April, di kebanyakan kawasan di Honshū, hari pertama sekolah atau kerja berlaku serentak dengan musim sakura.


-insya-Allah... jika dipanjangkan umur.. saya hendak melihat bunga Sakura secara dekat..^__^
Read more

'Teman Baru (✿◠‿◠) '

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Beberapa hari yang lepas, saya telah bertemu dengan teman baru.. ia sangat comel... ^___^ saya suke teman baru saya....

Saya boleh jumpa dan bercakap dengannya selalu.... inilah teman baru saya.. comel kan ?


semuanya.. ada 8 ekor.. iaitu 4 pasang... ^___^


walaupun dia tak kan membesar mana.. harap2 dorang cepat dapat anak, banyak2..hihi...

p/s: gmbr tak jelas.. sbb dorang nie asyik lari jer bile nak ambil gambar..ish2...
Read more

'Rahmat Ujian'

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Dalam kita menghadapi ujian, pasti ada jalan keluarnya.
Sebagai langkah pertama cuba fahami dan hayatilah pesanan Nabi Muhammad SAW yang berbunyi, "sebaik-baik ibadah ialah sabar menunggu jalan keluar". Ini bermakna tidak ada satu ujian pun yang akan kekal.

Mana mungkin ada malam yang tidak ada siang, pagi tanpa digantikan dengan petang, mana mungkin banjir berpanjangan dan tidak akan terjadi kemarau berpanjangan. Jika ini kenyataan yang terjadi bermakna Allah tidak pernah tidak adil pada makhluknya. Bagi memperhatikan lagi cinta Allah pada makhluk-Nya dan membuktikan lagi kehebatan Allah Yang Maha Adil maka dibekalkan makhluk-Nya dengan pesanan melalui surah Hud :81 yang berbunyi,

"Bukankah Subuh itu sudah tiba."

Subuh bermakna betapa pun panjangnya malam pekat pasti akan bertemu dengan waktu tamatnya. Oleh iu betapa pun berat dan panjangnya penderitaan yang ditanggung oleh hamba Allah, Dia telah menjelaskan pasti Allah menemukan saat penyembuhan untuk keluar daripada permasalahan itu. Subuh bermakna cahaya fajar bagi orang yang ditimpa kesedihan itu telah menyerlah. Maka pandai-pandailah merasai sapaan dan sentuhan suria pagi, tunggulah panasnya bebola mentari pagi sebagai tanda bahawa kemenangan telah datang dari Yang Maha Berkuasa.


Oleh itu, laluilah kehidupan dengan keyakinan,dan rasailah sentuhan Allah tidak pernah putus kepada kita hamba-Nya. Ini dipastikan dalam janji Allah bahawa Allah tidak pernah mengantuk, tidak pernah penat, berhenti mengurus langit dan bumi serta seluruh isinya. Anggaplah suatu permasalahan itu sebagai seperti seutas tali. Jika tali itu sudah sangat tegang, maka ia akan segera putus. Ertinya jika persoalan itu sudah kritis atau matang, maka tunggu kerana ia pasti akan berhenti dan ditemukan dengan jalan keluar.

Allah akan pastikan setiap kesedihan dan kegembiraan itu menemui penghujungnya. Ini ditegaskan lagi oleh Allah

"Dan barang siapa yang bertaqwa kepada Allah nescaya Allah akan menjadikan baginya jalan kemudahan dalam urusannya (QS Ath-Thalaq:4).

Ini janji Allah yang sangat pasti, maka bangunkan keyakinan dan panjatkan doa dan kesedihan kepada-Nya, pasti kita akan berasa bahawa kesedihan tidak berpanjangan kerana Allah tidak membenarkan keadaan itu terjadi selagi kita hambanya tidak berputus asa dari rahmat Allah. Sebab itu Allah menjanjikan,

"Maka, sesungguhnya bersama dengan kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan." (QS Al: Insyirah:5-6)

Dengan syarat kita yakin sepenuhnya bahawa apa yang kita lakukan kerana Allah dan mahu mendapat reda Allah, bukan kerana manusia.

wallahua'lam..

sumber : www.iluvislam.com
Read more

'Semester Baru , di Tahun Akhir..Insya-Allah..^_^'

Read more

'Buat Insan Yang Diuji'

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Ya Allah, dunia yang Engkau hamparkan ini indah, tetapi durinya sering menusuk. Nikmat yang Kau berikan takkan dapat untukku menghitungnya. Tetapi ya Allah, hambaMu ini sering alpa dan lena dek buaian mimpi yang tak sudah. Ya Allah, ujian yang Engkau berikan terasa begitu memeritkan, kadangkala ianya menguji kesabaran dan keimananku yang terkadang nipis, senipis kulit bawang. Ya Allah, jika ini ujian yang pantas untukku lalui, bantulah aku. Agar aku tidak tersasar dari jalanMu. Agar aku bisa bersyukur dengan ujianMu ini ya Allah.


Buat insan yang diuji, bersabarlah, sesungguhnya Allah bersama-sama kamu. Percayalah, Allah mendengar segala tangisan dan kesedihanmu itu. Ingatlah ujian Allah ini bukan satu penyiksaan, tetapi hakikatnya engkaulah insan yang terpilih. Engkaulah insan yang layak menerima rahmat dan keredhaanNya, sekiranya engkau sabar dan redha. Firman Allah dalam surah Al-Baqarah, ayat 214:


Adakah patut kamu menyangka bahawa kamu akan masuk syurga, padahal belum sampai kepada kamu (ujian dan cubaan) seperti yang telah berlaku kepada orang-orang yang terdahulu daripada kamu? Mereka telah ditimpa kepapaan (kemusnahan hartabenda) dan serangan penyakit, serta digoncangkan (oleh ancaman bahaya musuh), sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman yang ada bersamanya: Bilakah (datangnya) pertolongan Allah?" Ketahuilah sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat (asalkan kamu bersabar dan berpegang teguh kepada ugama Allah).

Terimalah takdir yang telah ditetapkan Allah untukmu wahai insan. Terimalah dengan hati yang terbuka, berlapang dadalah kamu dengan segala ketentuanNya. Kerana pasti akan ada kemanisan disebalik kepahitan yang engkau rasai.Wahai insan yang diuji, jangan sekali engkau merasa keseorangan. Sungguh, Allah sentiasa bersamamu. Setiap derita yang engkau lalui itu sering diiringi rahmat ujianNya, maka bersabarlah dan tabahlah. Firman Allah dalam surah Al-Furqan, ayat 20:


Dan Kami tidak mengutus Rasul-rasul sebelummu (wahai Muhammad) melainkan orang-orang yang tentu makan minum dan berjalan di pasar-pasar, dan Kami jadikan sebahagian dari kamu sebagai ujian dan cubaan bagi sebahagian yang lain, supaya ternyata adakah kamu dapat bersabar (menghadapi ujian itu)? Dan (ingatlah) adalah Tuhanmu sentiasa Melihat (akan keadaan makhluk-makhlukNya).


Untuk insan yang diuji, sedang ramai teman-temanmu yang lalai diuji dengan kesenangan dan kekayaan mereka, tetapi engkau diuji dengan derita dan kesengsaraan. Sedarkah engkau wahai insan terpilih, engkaulah yang bertuah dan beruntung, kerana ujian yang diberikanNya membuatkan Engkau semakin dekat denganNya.Tidakkah engkau melihatnya? Tidakkah engkau menyadarinya? Bersyukurlah, bersyukurlah, bersyukurlah wahai insan yang dikasihi Allah.

sumber : www.iluvislam.com
Read more

'Selamat Hari Ayah^_^'

Read more

'Duhai Hati'

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Tak terlihat beban yang ditanggung
Rintihan yang lama terhimpun
Tak terserlah duka yang menggunung
Rindukan kasih yang terlindung

Mengalir airmata di pipinya
Luahan suara keresahan di jiwa
Tiada lagi daya menahannya
Akhirnya tangisan bergema

Redup mata bagai berbicara
Cerita hati yang terluka
Dan ku pinta semua cahaya
Menyuluh laluan damainya

Setia dinantikan semilir yang berdesir
Moga membawa khabar senyuman di bibir
Namun benarlah penantian itu
Hanya melahirkan perindu

Kembali dialunkan harapan kasihnya
Didendangkan irama sendu di jiwanya

Duhai hati tenanglah dikau
Usah diturut kehampaan
Tika mimpi hanyalah igau
Tak menjelma kenyataan

Pujuklah tangismu
Jangan dibiarkan
Indah malammu tercalar
Gerbang bahagiamu
Telah dijanjikan
Setia di sana terhampar

-Diana Naim-
Read more

'Baru Semalam Aku tersedar'

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Baru semalam aku tersedar
Hakikat malapnya ‘imanku'
Umpama sinaran rembulan
Samar menyuluh gelita
Malap bagaikan tiada
Walau sering ‘dia' menemani
Namun aku tetap tersungkur
Datangnya ‘dia'
Perginya ‘dia'
Namun aku tetap begitu
Masih tidak aku sedari
Apakah perlunya ‘dia'
Datang bagaikan purnama?
Agar aku mengikuti jejaknya..

Baru semalam aku tersedar
Hakikat rapuhnya ‘taqwaku'
Umpama nipisnya cengkerang
Nipis menanti rekah
Retak menunggu belah
Walau waspada itu pasti
Namun rebah tetap menanti
Datangnya laknat
Perginya nikmat
Namun ‘dia' kekal begitu
Masih ku biar berkecai
Apakah perlunya ‘dia'
Datang bagaikan mutiara?
Agar aku lebih menghargainya...



Baru semalam aku tersedar
Hakikat kerasnya ‘hatiku'
Umpama ketulan batu
Kebal tanpa berubah
Kaku tanpa berganjak
Walau sering ‘dia' diketuk
Namun aku tetap menuli
Datang kepadanya
Pergi daripadanya
Namun aku tetap begitu
Masihku biarkan kaku
Apakah perlunya ‘dia'
Datang bagaikan pasir?
Agar aku lembut menerimanya...

Baru semalam aku tersedar
Hakikat lemahnya ‘dakwahku'
Umpama desiran ombak
Lemah tidak berkudrat
Longlai memukul pantai
Walau ombak sering bertandang
Namun pasir tetap utuh
Datangnya ‘aku'
Perginya ‘aku'
Namun kau tetap di situ
Masih enggan mengikutiku
Apakah perlunya ‘aku'
Datang bagaikan badai?
Agar kau datang bersamaku...

Read more

♥ Popular Post ^_^ ♥

 
'Ketenangan' Copyright © 2013 Design by nurilla Official Love Diaries